Teras Harap Ada Kolaborasi Pemda dan DPRD Perjuangkan DBH dari Pusat

Anggota DPD RI Agustin Teras Narang bersama Kepala Disbun Kalteng Rizky R. Badjuri dan jajaran foto bersama usai kegiatan reses di depan Kantor Disbun Kalteng, Selasa (25/3/2025). (Foto: Tim Teras Narang)

teraskalteng.com, PALANGKA RAYA – Anggota DPD RI Agustin Teras Narang berharap agar Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Kalimantan Tengah bersama DPRD Provinsi dapat memperjuangkan Dana Bagi Hasil (DBH) yang lebih besar dari pusat, khususnya yang terkait dengan sektor perkebunan kelapa sawit. Menurutnya, selama ini DBH yang diterima belum sebanding dengan peningkatan produktivitas Crude Palm Oil (CPO) yang terus meningkat.

Dalam berbagai jenis komoditi perkebunan di Kalimantan Tengah, kelapa sawit menduduki posisi utama sebagai komoditi andalan. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), kelapa sawit menyumbang sekitar 15-20% terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sub-sektor perkebunan Kalimantan Tengah. Selain itu, perkebunan kelapa sawit rakyat juga memiliki kontribusi besar dengan luas lahan mencapai 869,5 ribu hektare, yang berperan sebagai 31% dari total perkebunan sawit di provinsi tersebut.

“Saya berharap Pemda bersama DPRD dapat lebih aktif berkoordinasi untuk memperjuangkan dana bagi hasil terbaik dari pusat, mengingat kontribusi besar yang diberikan oleh sektor kelapa sawit bagi ekonomi Kalimantan Tengah,” ujar Teras saat reses ke Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Tengah pada Selasa (25/3/2025).

Teras juga mengungkapkan bahwa berdasarkan data dari Kepala Dinas Perkebunan Kalimantan Tengah, Rizky R. Badjuri, terdapat 202 perizinan operasional untuk Perusahaan Besar Swasta (PBS) kelapa sawit di Kalimantan Tengah. Saat ini, terdapat 131 unit pabrik kelapa sawit dan tiga unit pabrik minyak goreng dengan produktivitas tahunan CPO mencapai 6.911.817.703 metrik ton (sekitar 6,9 juta ton). Selain itu, produk sampingan kernel dan Palm Kernel Oil (PKO) juga cukup signifikan, dengan total produksi kernel 1.473.300.949 metrik ton (1,5 juta ton) dan PKO sebanyak 234.069.457 metrik ton.

Selain PBS, perkebunan kelapa sawit rakyat juga berkembang pesat di Kalimantan Tengah. Saat ini, luas perkebunan sawit rakyat mencapai 869.568,40 hektare dengan produktivitas tahunan 1.232.379,43 metrik ton.

Teras juga menyampaikan dukungannya terhadap berbagai komoditi perkebunan lain di Kalimantan Tengah, seperti karet, kelapa dalam, kopi, lada, kakao, cengkeh, jambu mete, pinang, aren, kemiri, dan kapuk/randu. Ia menekankan bahwa meskipun kelapa sawit tetap menjadi komoditi unggulan, namun pengembangan komoditi-komoditi lain tetap penting untuk keberagaman dan ketahanan ekonomi daerah.

Dengan adanya dukungan penuh dari Pemda dan DPRD dalam memperjuangkan DBH yang lebih adil, Teras berharap kesejahteraan petani kelapa sawit dan masyarakat di Kalimantan Tengah dapat semakin meningkat. (ad/red)

Redaksi

Posting terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post