teraskalteng.com, PALANGKA RAYA – Sebagai wujud penghormatan terhadap perjuangan dan dedikasi August Narang dalam ikut mendirikan Gereja Kalimantan Evangelis (GKE), dahulu bernama Gereja Dayak Evangelis (GDE), sebuah buku berjudul August Narang: Pedagang Pembawa Terang karya Pendeta Dr. Marko Mahin, MA resmi diluncurkan.
Peluncuran buku ini dilangsungkan dalam ibadah kilas balik di Gedung Gereja Sakatik, Palangka Raya, Sabtu (25/1/2025) sore. Acara tersebut dihadiri oleh para keturunan August Narang, termasuk cucunya, Agustin Teras Narang, yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua Majelis Pertimbangan Sinode GKE. Selain itu, hadir pula Ketua Umum Majelis Sinode GKE Pdt Simpun F Lion, Sekretaris Pdt Satria, jajaran pengurus harian, para Ketua Majelis Resort, Ketua Majelis Jemaat, pendeta, serta jemaat GKE.
Rangkaian acara diawali dengan ibadah yang dilanjutkan dengan peluncuran resmi buku. Dalam momen tersebut, kain penutup gambar sampul buku dibuka bersama oleh keluarga besar August Narang sebagai simbol peresmian.
Agustin Teras Narang, mewakili keluarga, menyampaikan apresiasi kepada Pendeta Dr. Marko Mahin atas dedikasinya dalam menyusun buku tersebut. Ia berharap buku ini mampu menjadi sumber pengetahuan bagi jemaat GKE untuk memahami sejarah agama Kristen di Kalimantan, khususnya perjalanan pendirian GKE.
“Ini adalah momentum bersejarah bagi keluarga besar kami. Kami sadar, sebagai generasi ketiga dan keempat, banyak data atau cerita yang belum lengkap. Kami berharap buku ini dapat memancing masyarakat dan jemaat untuk berbagi informasi terkait riwayat Bue (kakek) August Narang, sehingga buku ini dapat disempurnakan di masa depan,” ujar Teras.
Teras juga menyinggung peran besar kakeknya, August Narang sebagai seorang pambakal (kepala desa) di Mandomai dan sebagai wakil ketua GDE. Namun diakuinya tentu bahwa pendirian GKE bukan hanya hasil usaha satu tokoh, tetapi melibatkan banyak tokoh Kristen lainnya yang turut berperan.
Perubahan nama dari Gereja Dayak Evangelis menjadi Gereja Kalimantan Evangelis, lanjut Teras, mencerminkan semangat keterbukaan untuk seluruh umat Kristen di Kalimantan, tanpa membatasi identitas suku. Ia menekankan, perubahan ini memiliki nilai sejarah penting yang perlu terus dikenang.
Sementara itu, Ketua Umum Majelis Sinode GKE, Pdt Simpun F Lion, turut menyatakan kebanggaannya atas peluncuran buku tersebut. Ia mengajak para pendeta menjadikan buku ini sebagai referensi dalam memahami sejarah GKE. Pihak Sekolah Tinggi Teologi (STT) GKE Banjarmasin juga diimbau untuk memasukkan buku ini sebagai bahan ajar dalam pendidikan teologi.
Peluncuran buku ini diharapkan tidak hanya menjadi penghormatan bagi August Narang, tetapi juga menginspirasi jemaat GKE untuk terus menggali dan merawat sejarah perjuangan iman Kristen di Kalimantan. (tk/red)