Simak Tradisi Masyarakat Tionghoa saat Imlek

Perayaan Imlek. (Foto: net)

teraskalteng.com – Tahun Baru Imlek, yang dirayakan oleh masyarakat Tionghoa di seluruh dunia, memiliki berbagai tradisi yang kaya dan bermakna. Berikut adalah beberapa tradisi umum yang dilakukan saat Imlek:

1. Membersihkan Rumah
  • Sebelum Imlek, rumah dibersihkan secara menyeluruh untuk “menyapu” nasib buruk dari tahun sebelumnya dan menyambut keberuntungan.
2. Memasang Dekorasi Merah
  • Warna merah dianggap membawa keberuntungan. Dekorasi seperti lampion, kertas tempel berisi karakter “Fu” (福, berarti keberuntungan), serta bunga mewarnai rumah dan jalanan.
3. Reuni Keluarga
  • Malam sebelum Imlek (Malam Tahun Baru), keluarga besar berkumpul untuk makan malam bersama, dikenal sebagai “makan malam reuni”. Hidangan khas seperti ikan (melambangkan kelimpahan) dan kue keranjang (simbol keharmonisan) biasanya disajikan.
4. Memberikan Angpao
  • Orang yang sudah menikah memberikan amplop merah berisi uang (angpao) kepada anak-anak atau orang yang belum menikah. Angpao melambangkan keberuntungan dan doa untuk kebahagiaan.
5. Petasan dan Kembang Api
  • Menyalakan petasan dipercaya mengusir roh jahat dan menarik keberuntungan. Suara petasan juga menambah kemeriahan suasana.
6. Mengunjungi Kerabat dan Tetangga
  • Setelah Tahun Baru, orang-orang saling berkunjung untuk menyampaikan ucapan selamat seperti “Gong Xi Fa Cai”. Ini adalah momen mempererat hubungan.
7. Menghindari Hal-Hal yang Dianggap Sial
  • Selama perayaan, ada pantangan tertentu, seperti tidak boleh menyapu atau membuang sampah pada hari pertama Imlek karena dianggap membuang rezeki.
8. Festival Barongsai dan Liong
  • Tarian Barongsai dan Liong sering ditampilkan untuk membawa keberuntungan dan kebahagiaan. Tarian ini biasanya diiringi tabuhan tambur yang semarak.
9. Makanan Tradisional
  • Hidangan seperti kue keranjang, dumpling, ikan utuh, mie panjang umur, dan jeruk mandarin menjadi bagian penting dari tradisi ini. Setiap makanan memiliki makna simbolis.
10. Sembahyang di Klenteng
  • Umat Konghucu, Buddha, atau Taoisme biasanya bersembahyang di klenteng untuk berdoa bagi keberuntungan, kesehatan, dan kesejahteraan.

Tradisi ini dapat bervariasi di setiap daerah, tergantung pada budaya lokal atau pengaruh keluarga. Namun, semuanya mencerminkan harapan akan keberuntungan, kebahagiaan, dan kemakmuran di tahun yang baru. (net/tk/red)

Redaksi

Posting terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post